Maybe


Kau menamakan perasaanku ini dengan istilah “suka”, dan aku berpikir bernakah aku suka padamu?
Jawaban yg terbesit dalam benakku adalah tidak, ya dengan egois aku mengatakan aku cinta padamu.
Saat lain ku dengar kau berkata, so mau apa dengan perasaanmu itu?
Sekali lagi dengan egois ku katakan aku ingin menikahimu.
Ya terlepas dari seberapa jauh aku mengenalmu, kesan pertama yg ku tangkap adalah kau wanita baik2 dan pantas untuk dinikahi.
Selain itu ada faktor yg sampai saat ini aku tak tahu mengapa aku berani mengatakan hal itu, anggap saja aku ditakdirkan mencintaimu, terlepas sejauh mana kita berjodoh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s