Segelumit tentang Cinta


Cinta, semakin aku mengenalnya semakin aku tak tahu apa itu. Apakah itu sebuah keinginan untuk memiliki atau sekedar jalan untuk membuat kebahgian? Ego? Kepingan hujan? Hati? Pengorbanan? Nafas? Nafsu? Gairah? Hasrat? Keinginan? Tujuan?
Pernah ku temukan cinta berbentuk sebuah cemburu. Membakar, membakar dan hanya membakar. Setiap langkah hanya ingin memiliki, menguasai, mengontrol, memenjara dan berpikir, dia hanya untukku, bukan yang lain.
Saat yang lain ku lihat itu sebagi sebuah ketulusan, mungkin lebih tepatnya hasrat. Aku berpikir aku akan memberikan apapun yg aku bisa hanya untuk bersamanya, dalam kata lain aku berusaha membeli waktunya, bahkan membeli dirinya.
Lain waktu aku hanya ingin dia bahagia, walaupun bukan denganku, walaupun aku menyakitinya, walaupun aku menyakiti diriku sendiri. Ya bisa dikatakan aku egois, hanya mementingkan diriku, atau hanya mementingkan dirinya.
Kemarin sebelum kemarin ku lihat bahwa cinta adalah rindu. Keinginan dan hasrat yg besar untuk bertemu, menyapa, mengobrol, menatap, mendengar, bahakan hanya untuk melihat senyum.
Kemarin ku pikir cinta itu pengorbanan, sebuah upaya untuk memberikan yg terbaik tanpa melihat diri. Namun ternyata tak lebih dari keserakahan ego untuk dilihat, dipuji dan sedikit banyak, mungkin sedikit banyak mengharapkan diperlakukan dengan hal yg sama.
Pagi tadi ku dengar cinta itu sebuah kebodohan. Kebodohan akut yg akan terulang-ulang dg sebuah mekanisme rumit yg sederhana. Seperti, pantutkah mencintai orang yg tak mencintaimu? Ataukah, sejauh mana kau ingin berkorban demi dia? Dan mungkin juga, tak bisakah aku hidup tanpa dia?
Hari ini aku tahu, semua orang punya cara sendiri untuk mencinta, bahkan rasa sakit pun bisa dikatakan cinta, keinginan pun bisa dikatakan cinta, hasrat dan gairah. Cinta itu segalanya, ya hasrat, ya ego, ya sakit, ya nafsu, ya pengorbanan, tergantung sisi mana yg ingin ditonjolkan. Dan ku pikir aku tahu apa itu cinta, tapi pada dasarnya aku tak tahu sama sekali.
Ya mungkin itu segelumit tentang cinta, karena perasaan sangat bervariasi untuk dapat dituliskan dengan kata-kata, yang ku tau kalau hanya merasa dirimu jatuh cinta, itu berarti bukan cinta, mungkin, cinta itu keyakinan yang akan dengan tanpa keraguan untuk mengatakan aku mencintaimu, dalam segala bahasa.

One thought on “Segelumit tentang Cinta

  1. Yeah..mungkin cinta itu fana..
    Yg nyata hanyalah kasih dan sayang..
    Bagaimana tentang cinta kepada tuhan dan rosulnya???
    Menurutku Itu bukan cinta..tapi itu jauh lebih powerfull dan lebih cetar membahana daripada cinta itu sendiri..mungkin perlu menambahkan satu kata dalam kamus besar bahasa indonesia untuk mewakili perasaan itu..
    Karena perasaan itu sanggup membuat kita melakukan segala hal yg di perintahkan dan menjauhi semua larangannya..cinta kepada wujud yg kita belum pernah melihatnya adalah cinta yg fenomenal..
    Walau aku menyadari aq jauh,,bahkan sangat jauh dari perasaan itu..
    Dan akhirnya..gak nyambuuuuuung…hahahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s