KAIZEN


BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Kaizen atau continuous improvement adalah aktivitas perubahan yang dilakukan secara terus menerus untuk meningkatkan apa yang telah dicapai ke arah yang lebih baik.

Kaizen merupakan suatu konsep dan filsafat yang berasal dari Negara Jepang tetapi sangat diterima oleh Barat sehingga menciptakan budaya yang berpengaruh. Budaya tersebut menggabungkan berbagai keunggulan dan manfaat kerjasama tim dalam kaizen dengan kekuatan individual pada masyarakat Barat.

Budaya kaizen di kehidupan kita.

Kita juga mempunyai falsafah kaizen yang seharusnya kita kembangkan sendiri, sebagai contoh;

  • Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, besok lebih baik dari hari ini.
  • Bila hari ini sama dengan kemarin adalah merugi, bila hari ini lebih buruk dari hari kemarin adalah celaka.

 

Falsafah kaizen:

ü  Tidak ada yang terbaik, yang ada adalah lebih baik.

ü  Jangan tunda perubahan, mulailah dari diri kita, mulailah dari yang terkecil, dan mulailah dari sekarang.

Lingkup kaizen

Kaizen mempunyai ruang lingkup yang tidak terbatas, dimulai dari diri kita sendiri, keluarga, rumah tangga, lingkungan masyarakat, perusahaan, bahkan lebih besar lagi Negara.

 

 

1.2 Rumusan Masalah

  1. Sejarah dan pengertian tentang Kaizen ?
  2. Keterkaitan Kaizen dengan dunia industri ?

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Sejarah Kaizen

            Jepang mencanangkan diri sebagai penguasa Asia Timur Raya. Atas motif provokasi, Jepang lalu menyerang Amerika. Di pagihari, 8 Desember 1941, pesawat dan kapal selam Jepang mengadakan serangan mengejutkan pada Amerika yang kemudian dikenal sebagai Pertempuran Pearl Harbor. Pemboman ini kemudian membawa Amerika ke kancah Perang Dunia II.

Amerika membalas dengan serangan telak, berupa pemboman dua kota penyangga ekonomi Jepang: Hiroshima dan Nagasaki. Dua kota itu hancur, dan Jepang terhenyak lalu mundur teratur. Kaisar Hirohito yang sangat dimuliakan rakyatnya memerintahkan agar perang dihentikan. Balatentara Dai Nippon yang bersemboyan Asia Timur Raya akhirnya takluk tanpa syarat kepada Sekutu dalam PD II yang menelan korban jutaan orang. Seluruh pasukan yang masih tersisa ditarik kembali.

Namun, akhirnya Jepang mampu bangkit lagi dari keterpurukan yang diciptakan oleh perang. Pertanyaan yang pertama kali terlontar dari Kaisar Jepang ketika mendengar kehancuran dua kota itu, bukanlah tentang jumlah panglima perang atau amunisi yang tersisa. Justru adalah, “berapa guru yang masih ada?”. Jika dirunut ke belakang, sebetulnya kebangkitan Jepang ini memang dipengaruhi satu faktor, yaitu mereka menempatkan ilmu dan pengetahuan dalam posisi penting sejak zaman Restorasi Meiji.

Restorasi ini berkonsentrasi di bidang pendidikan, yaitu mengubah sistem pendidikan dari tradisional menjadi modern. Programnya antara lain wajib belajar, pengiriman mahasiswa Jepang untuk belajar ke luar negeri (ke Perancis dan Jerman), dan meningkatkan anggaran sektor pendidikan secara drastis. Apa yang telah dilakukan Kaisar Meiji ketika itu adalah suatu keberanian yang nampaknya belum terpikirkan oleh para pemimpin kita saat ini. Buku-buku bangsa barat banyak diterjemahkan dalam bahasa Jepang dan buku-buku tersebut dijual sangat murah sehingga memudahkan terjadinya transfer ilmu dengan cepat. Seluruh ilmu pengetahuan itu dipelajari untuk kemudian dievaluasi dan disempurnakan kembali. Tentu saja dalam proses tersebut hanya mungkin terjadi dua hal, yaitu trial dan error. Saya membayangkan, mental orang-orang Jepang pasti sudah sangat luar biasa dalam menghadapi kesulitan dan kesalahan hingga mereka bisa membangun “imej” yang begitu besar. Didalam Kaizen, kesalahan bukanlah orientasi, tapi manajemen menyadari dan memperbaiki kesalahanlah yang terbaik.

            Kaizen secara harfiah berarti continuous improvement, atau improvisasi berkelanjutan. Konsep ini, pada awalnya lahir karena kekecewaan orang Jepang yang belajar kepada perusahaan di Amerika. Setelah beberapa puluh tahun, ternyata perusahaan Amerika tidak pernah melakukan perubahan atau pengembangan dalam usaha, bahkan tetap persis sama dengan berpuluh tahun yang lalu ketika mereka ke sana pertama kali. Hingga lahirlah konsep kaizen ini.

            Kaizen berarti peningkatan dalam keahlian. Hal ini memiliki maksud, kaizen erat sekali berhubungan dengan kesadaran akan pencarian masalah, kreativitas dan penciptaan ide, serta implementasinya. Ary Ginanjar Agustian mendefinisikan dengan lebih sederhana, bahwa kaizen berarti “mengambil yang baik, membuang yang buruk dan menciptakan yang baru.” Dibuktikan dengan produk-produk mobil Jepang yang irit, murah dan ringan. Yang secara sekaligus mengganti mobil buatan Barat yang boros, berat dan mahal.

2.2 Pengertian Kaizen

Bagi yang bekerja di perusahaan swasta terutama perusahaan Jepang tentu tidak asing lagi dengan Kaizen (baca: kai-seng). Kai = merubah dan Zen = lebih baik. Secara sederhana pengertian Kaizen adalah usaha perbaikan berkelanjutan untuk menjadi lebih baik dari kondisi sekarang. Sasaran utama dari Kaizen adalah menghilangkan 7 setan Muda (pemborosan) yang tidak memberikan nilai tambah produk/jasa dari perspektif konsumen. Pemborosan-pemborosan itu perlu dieliminir karena menimbulkan biaya-biaya yang menyebabkan berkurangnya profit. Disamping itu konsumen tidak mau menanggung biaya-biaya yang tidak perlu tersebut.

 

Kaizen dilakukan oleh semua lapisan karyawan, mulai dari level operator hingga top manajemen. Dua pilar utama Kaizen adalah QCC/QCP (Quality Control Circle/Project) dan SS (Suggestion System). Budaya Kaizen di sebuah perusahaan dapat tumbuh jika ditopang oleh kedua pilar tersebut. Dan kedua pilar tersebut dibangun di atas pondasi dengan materi: Masalah.

 

Definisi lain dari kaizen adalah:

  • Filsafat, sikap, cara berfikir, dan cara berperilaku serta berpusat pada kekuatan kultur/kebudayaan.
  • Suatu kebudayaan yang focus terhadap perbaikan secara terus-menerus dengan menghilangkan waste di semua dan proses, mulai dengan GEMBA (tempat kerja)
  • Problem Solving Process.
  • Mind set.

Menurut kaizen, kemajuan yang diraih bukanlah hasil satu atau dua lompatan besar. Kemajuan menurut kaizen dapat diraih karena perbaikan kecil tanpa henti dalam beratus-ratus bahkan beribu-ribu kali perubahan dalam menghasilkan produk atau jasa, ide tentang perbaikan biasanya berasal dari para karyawan Asumsi yang mendasari perubahan dalam kaizen adalah bahwa kesempurnaan itu sebenarnya tidak ada, artinya tidak ada kemajuan, produk, hubungan, sistem atau struktur yang sempurna. Kaizen selalu berusaha meningkatkan apa yang pernah dicapainya dan pasti selalu ada orang lain yang menemukan ruang untuk mengadakan peningkatan.

Kaizen identik dengan Siklus Rencana-Kerjakan-Periksa-Tindakan (Plan, Do, Check, Acts atau PDCA). PDCA adalah prinsip dasar untuk perbaikan secara terus-menerus. Penjabaran dari siklus PDCA adalah sebagai berikut:

  • Planning berarti memahami apa yang ingin dicapai, memahami bagaimana melakukan suatu pekerjaan, berfokus pada masalah, menemukan akar permasalahan, menciptakan solusi yang kreatif serta merencanakan implementasi yang terstruktur.
  • Doing tidak semudah seperti yang dilihat. Didalamnya berisi pelatihan dan manajemen aktivitas. Biasanya masalah besar dan mudah sering berubah pada saat-saat terakhir. Bila terjadi kondisi seperti ini maka tidak dapat dilanjutkan lagi tetapi harus mulai dari awal kembali.
  • Checking berarti pengecekan terhadap hasil dan membandingkan sesuai dengan yang diinginkan. Bila segala sesuatu menjadi buruk dan hasil baik tidak ditemukan, pada bagian ini keberanian, kejujuran, kecerdasan sangat dibutuhkan untuk mengendalikan proses. Kata kunci ketika hasil memburuk adalah “kenapa”. Dengan dokumentasi proses yang baik maka kita dapat kembali pada titik yang mana keputusan yang salah dibuat.
  • Acting berarti Menindak lanjuti atas apa yang didapatkan selama tahap pengecekan. Arti lainnya adalah mencapai tujuan dan menstandarisasikan proses atau belajar dari pengalaman untuk memulai lagi pada kondisi yang tepat.

 

 

 

 

 

 

 

Untuk lebih jelasnya lihat gambar di bawah ini

 

Siklus PDCA

 

Pentingnya kaizen

v  Didunia ini tidak ada yang kekal, semua terus berubah, tetapi ada satu yang kekal yaitu perubahan itu sendiri.

v  Karena perubahan akan terus ada, kita juga harus memenuhi, mengantisipasi, mengatasi dengan cara melakukan perbaikan terus menerus / kaizen.

 

                       
     
 
     
   
           
 
 
 
     

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

TAHAPAN KAIZEN

1. Pengamatan .

2. Menentukan problem yang akan diatasi .

3. Analisa penyebab .

4. Rencana dan penanggulangan .

5. Konfirmasi hasil .

6. Standarisasi dan monitoring .

 

Siklus Deming (program solving)

            Plan                 = Aktifitas perencanaan

            Do                   = Melaksanakan sesuai rencana

Check              = Kontrol/ periksa hasil

Action             = Mengambil tindakan yang diperlukan

Standarisasi     = Mencegah agar tidak terjadi lagi

 

       
     
   
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Analogi Problem :

  1. Pengamatan

Sumber-sumber masalah/ problem

  • Untuk dapat melakukan kaizen kita harus memahami dan mengetahui problem.
  • Apakah problem ……?

 

 

 

       
     
   
 

 

Kenyataan                                                                  = PROBLEM

 

 

Melakukan pengamatan :

  • Cara kerja ( Langkah, Proses, Ergonomi, dll )
  • Material ( Jumlah Stock, Ukuran, Jenis, dll )
  • Alat (Loading, Unloading, Kerusakan, Penggunaan, gangguan, dll )
  • Orang ( Sikap, Prilaku, Tindakan, dll )
  • Lingkungan ( Cuaca, Suhu, Kelembaban, dll )

 

  1. Menentukan problem yang akan diatasi

Berdasarkan Pertimbangan;

  • Kemampuan
  • Kepentingan Scope / Ruang Lingkup
  • Dampak secara psikologis
  • Pengaruh ke faktor Kualitas Makro

 

Beberapa point penting dalam proses penerapan KAIZEN yaitu :

  • Konsep 3M (Muda, Mura, dan Muri) dalam istilah Jepang. Konsep ini dibentuk untuk mengurangi kelelahan, meningkatkan mutu, mempersingkat waktu dan mengurangi atau efsiensi biaya. Muda diartikan sebagai mengurangi pemborosan, Mura diartikan sebagai mengurangi perbedaan dan Muri diartikan sebagai mengurangi ketegangan.
  • Gerakkan 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu dan Shitsuke) atau 5R. Seiri artinya membereskan tempat kerja. Seiton berarti menyimpan dengan teratur. Seiso berarti memelihara tempat kerja supaya tetap bersih. Seiketsu berarti kebersihan pribadi. Seiketsu berarti disiplin, dengan selalu mentaati prosedur ditempat kerja. Di Indonesia 5S diterjemahkan menjadi 5R, yaitu Ringkas, Rapi, Resik, Rawat dan Rajin
  • Konsep PDCA dalam KAIZEN. Setiap aktivitas usaha yang kita lakukan perlu dilakukan dengan prosedur yang benar guna mencapai tujuan yang kita harapkan. Maka PDCA (Plan, Do, Check dan Action) harus dilakukan terus menerus.
  • Konsep 5W + 1H. Salah satu alat pola pikir untuk menjalankan roda PDCA dalam kegiatan KAIZEN adalah dengan teknik bertanya dengan pertanyaan dasar 5W + 1H ( What, Who, Why, Where, When dan How).

 

 

 

 

2.3 Konsep Kaizen

Dalam konsep berpikir Kaizen:

  • Masalah adalah kumpulan sesuatu yang berharga dan orang bukan masalah. Yang benar, jadikan orang menjadi pemecah masalah. Kalau tidak mengalami kesulitan, “ide perbaikan” tidak akan muncul.
  • Bila ada kesalahan segera perbaiki. Pertanyakan cara kerja yang sekarang, lebih baik memikirkan cara untuk melaksanakan perbaikan dari pada mencari alasan mengapa tidak bisa. Hindarkan alasan-alasan/teori klasik.
  • Jangan mengandalkan uang untuk Kaizen, lebih baik melakukan Kaizen pekerjaan dulu dari pada equipment. Dan yang terpenting, jangan menunggu sempurna, 50% OK, segera lakukan.
  • Lihat dengan mata kepala sendiri, cari penyebab sesungguhnya dengan jujur dengan menanyakan 5 kali mengapa-mengapa-mengapa-mengapa dan mengapa, sehingga akar permasalahan dapat diketahui dengan baik.
  • Kaizen itu tidak terbatas, karena ruang yang paling luas di dunia ini adalah ruang untuk membuat perbaikan. Dibanding ‘pengetahuan’ 1 orang masih lebih baik ‘ide’ 10 orang.
  • Dalam melakukan Kaizen, keselamatan dan kualitas jangan dilupakan.

Inilah sedikit pengenalan Kaizen yang telah banyak memberikan keuntungan bagi perusahaan seperti Toyota. Padahal pada prinsipnya, Kaizen dapat dilakukan dalam bidang apa saja termasuk rumah tangga.

Salah satu tujuan dari konsep kaizen adalah untuk mengurangi sampai menghilangkan waste dalam proses produksi. Waste tersebut ada tujuh macam, yaitu:

  • Waste dalam transportasi
  • Waste dalam proses
  • Waste dalam inventori
  • Waste dalam gerakan:
  • Waste akibat cacat produk;
  • Waktu karena menunggu;
  • Produksi yang berlebihan.

 

KAIZEN dibagi menjadi 3 segmen, tergantung kebutuhan masing-masing perusahaan, yaitu:

  1. KAIZEN yang berorientasi pada Manajemen, memusatkan perhatiannya pada masalah logistik dan strategis yang terpenting dan memberikan momentum untuk mengejar kemajuan dan moral.
  2. KAIZEN yang berorientasi pada Kelompok, dilaksanakan oleh gugus kendali mutu, kelompok Jinshu Kansi/manajemen sukarela menggunakan alat statistik untuk memecahkan masalah, menganalisa, melaksanakan dan menetapkan standar/prosedur baru.
  3. KAIZEN yang berorientasi pada Individu, dimanifestasikan dalam bentuk saran, dimana seseorang harus bekerja lebih pintar bila tidak mau bekerja keras.

 

Penerapan Kaizen

Dalam menerapkan Kaizen, para pemimpin perusahaan/organisasi di Jepang berpegang pada dua prinsip. Pertama, perlu proses atau cara kerja yang baik untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Dengan proses atau cara kerja demikian, kita bisa bekerja lebih cekatan (bukan bekerja lebih berat). Untuk mendapatkan proses yang baik, para pemimpin perusahaan perlu mengetahui sumber masalah-masalah, kemudian meminta ide/gagasan/solusi dari semua karyawannya. Bagaimanapun juga, merekalah yang menjalani pekerjaan sehari-hari/dekat dengan pekerjaannya. Biasanya, solusi terbaik adalah solusi yang paling sederhana, logis, dan mudah dilaksanakan. Kedua, memilih gagasan-gagasan yang bisa dilaksanakan, “mengeksekusinya”, dan bersabar menunggu hasilnya.
Tahukah Anda, perusahaan otomotif raksasa, Toyota, menerima 2 juta ide per tahun, dari para karyawannya! Sebanyak 80% berhasil dilaksanakan. Ternyata, satu perbaikan kecil dapat menghasilkan akibat yang besar! Waktu dan uang dapat dihemat. Para karyawan pun semakin bersemangat kerja, karena mereka melihat ide-ide mereka diterima dan dilaksanakan oleh perusahaan.

 

 

2.4 Prinsip-prinsip Kaizen

Kaizen mengandung sepuluh prinsip, yaitu:

  1. Berfokus pada Pelanggan.

Fokus utama Kaizen adalah kualitas produk, tetapi tujuan terpenting Kaizen adalah kepuasan pelanggan. Segala sesuatu / aktivitas yang tidak menambah nilai produk atau meningkatkan kepuasan pelanggan merupakan pengeluaran biaya yang tidak perlu.

  1. Mengadakan Peningkatan Secara Terus Menerus.

Dalam kaizen, suatu keberhasilan bukanlah hasil akhir tetapi merupakan awal untuk melangkah ketahap berikutnya karna suatu keberhasilan merupakan factor dalam meningkatkan semangat untuk mencapai keberhasilan yang lain.

  1. Mengakui Masalah Secara Terbuka.

Membangun budaya yang tidak saling menyalahkan. sehingga para karyawan dalam perusahaan kaizen dapat mengakui kesalahan secara terbuka, dengan sadar menunjukkan kelemahan dari prosesnya dan meminta bantuan jika tidak mampu mengatasinya. Keterbukaan tersebut merupakan suatu kekuatan yang bisa mengendalikan dan mengatasi berbagai masalah dengan cepat serta meningkatkan kesempatan-kesempatan perbaikan.

  1. Mempromosikan Keterbukaan.

Ilmu pengetahuan bagi Kaizen adalah untuk saling dibagikan dan hubungan-­hubungan komunikasi yang mendukungnya merupakan sumber efisiensi.

  1. Menciptakan Tim Kcrja.

Dalam kaizen, tim adalah fondasi yang membentuk struktur organisasi. Melalui keikut-sertaan para karyawan dalam tim, perusahaan mendapatkan keuntungan dari karyawannya. Kerjasama tim ini dapat menanamkan rasa saling memiliki, tanggung jawab kolektif, dan berorientasi pada perusahaan serta dapat memperkuat keterbukaan, saling berbagi dan komunikasi.

  1. Memanajemeni Proyek Melalui Tim Fungsional-silang.

Proyek perusahaan kaizen direncanakan dan dilaksanakan dengan menggunakan sumber daya antar-departemen atau fungsional-silang serta sumber daya yang berasal dari luar perusahaan. Hal itu dilakukan untuk mengurangi biaya. mengontrol pemborosan sampai tingkat tertentu serta memuaskan pelanggan.

  1. Memelihara Proses Hubungan yang Benar.

Perusahaan Jepang melakukan segala sesuatu yang mampu mereka lakukan supaya terpelihara keharmonisan dalam hubungan antar-manusia terutama Para staf, manajer dan Para pemimpin tim. Hubungan tersebut dapat menumbuhkan loyalitas dan komitmen dari karyawan.

  1. Mengembangkan Disiplin Pribadi.

Disiplin pribadi di tempat kerja merupakan sifat alamiah orang Jepang.

  1. Memberikan Informasi pada Semua Karyawan.

Berbagi informasi merupakan hal yang sangat penting dalam perusahaan Kaizen. Deegan memberikan informasi yang penting pada setiap orang maka tantangan perusahaan berubah menjadi tantangan pribadi. Informasi ini juga merupakan langkah penting untuk menciptakan budaya berdasarkan pengetahuan.

  1. Memberikan Wewenang Kepada Setiap Karyawan.

Dalam pelaksanaan kaizen, setiap karyawan diberikan wewenang untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik dengan kata lain melibatkan peran karyawan dalam melakukan peningkatan.

 

 

 

 

2.5              Keuntungan Kaizen

Hasil Penerapan Kaizen

Untuk mendapatkan hasil maksimal, sebaiknya menggunakan model spesifik Kaizen yang tepat untuk perusahaan/organisasi, serta mau menjalani proses bertahap. Dalam proses itu, antara lain, para pimpinan dan manajer harus mampu menetapkan dan menjalankan suatu standar, serta mengontrol kualitas. Mereka juga harus mau mendengarkan ide/saran, berusaha memberikan feed back yang membangun, sekaligus terus memotivasi karyawannya! Para karyawan pun harus lebih aktif memikirkan pekerjaannya, bukan bekerja seperti robot.

Dengan menggunakan konsep dasar kaizen dalam melakukan berbagai aktivitas. Ada beberapa keuntungan yang diperoleh. antara lain:

  • Peningkatan proses;
  • Penggunaan paradigma baru;
  • Mempercepat waktu proses;
  • Zero investment;
  • Human Development;
  • Keamanan dan keselamatan kerja.

 

Keuntungan lain dari kaizen adalah:

  • Penggunaan sistem Plan-Do-Check-Action (PDCA) mengakibatkan cepat dalam meningkatkan proses dan menghilangkan masalah.
  • Identitikasi, implementasi, monitor dan mengatur perubahan menyebabkan dapat mencegah tcrjadinya masalah baru.
  • Memfokuskan organisasi kepada kepuasan konsumen dan berdasarkan fakta dalam mengambil keputusan.
  • Membantu organisasi untuk menjadi lebih efisien pada proses peningkatan dan pemecahan masalah dilakukan pada tingkat optimal dan biaya yang rendah.

BAB III

PENUTUP

3.3 Kesimpulan

            Konsep Kaizen dibagi dalam 3 segmen, yaitu Pertama, berorientasi pada manajemen. Manajemen Jepang umumnya percaya bahwa seorang manajer harus menggunakan 50% waktunya untuk penyempurnaan. Mulai dengan mengidentifikasi “pemborosan” maupun “kinerja karyawan.” Kedua, berorientasi pada kelompok “gugus kendali mutu” dan “aktivitas kelompok kecil” untuk mengidentifikasi penyebab masalah, menganalisis, melaksanakan, mencoba tindakan baru, dan menetapkan standar/ prosedur baru. Ketiga, berorientasi pada individu, tercermin dalam bentuk keterampilan karyawan dalam menyampaikan pemikiran dan saran, sebagai upaya pengembangan diri karyawan.

Kunci utama: setiap karyawan dari berbagai tingkatan agar terus menerus menyempurnakan keahlian dan mengembangkan bakat yang dimiliki, yang dapat meningkatkan kepuasan kerja.

 

Kepuasan yang sebenarnya terletak pada proses perbaikan itu sendiri melalui usaha-usaha yang kreatif. Kompetensi saja tidak cukup. Yang diperlukan adalah “kemampuan bekerja dalam Tim” secara efektif dengan memanfaatkan keahlian, kemampuan, dan pengetahuan yang dimiliki guna memperbaiki kelemahan dalam perusahaan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

 

Susanto, A.B, 2007.The Jakarta Consulting Group : Susanto

Sunarso, HS,2008 .PRIMADAYA training & consultancy.

Elqorni, Ahmad. 2008. KAIZEN : “Just in Time Manajemen Jepang”.

http://elqorni.wordpress.com/2008/04/08/kaizen-%E2%80%9Cjust-in-time-manajemen-jepang%E2%80%9D/

Jamrianti, Rinrin.2007.Belajar dari semangat kaizen:perbaikan berkesinambungan.

http://rinrinjamrianti.multiply.com/journal/item/52

Gemba Kaizen. 2007

http://cityofenjie.multiply.com/journal/item/129

Forum Diskusi.2008.Kaizen : Usaha tiada henti agar lebih baik

http://indokaizen.wordpress.com/2008/01/20/kaizen-usaha-tiada-henti-agar-lebih-baik/

Gondosari, Aleysius H.2009.Kaizen Dapat Membuat Anda Menjadi Luar Biasa

http://www.andaluarbiasa.com/kaizen-dapat-membuat-anda-menjadi-luar-biasa

Palimirma.2010.Kaizen sama dengan continuous improvement

http://www.vibiznews.com/journal.php?id=71&sub=journal&page=quality

Gondosari, Aleysius H. 2009.Refleksi Manajemen : Kaizen dan Inovasi, Sinergi yang Luar Biasa

http://www.aleysiushgondosari.com/refleksi-manajemen-kaizen-dan-inovasi-sinergi-yang-luar-biasa

 

http://en.wikipedia.org/wiki/Kaizen

http://trainer-tcc.blogspot.com/2007/11/kaizen.html

http://www.andriewongso.com/awartikel-2960-AW_Corner-Kaizen,_Prinsip_Kerja_ala_Jepang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s