Teknik wawancara


Verbal : Bahasa yang terucapkan melalui lisan

* Pemilihan kata dan kalimat yang jelas, mudah dipahami itee, mampu membangkitkan minat itee dan tidak mengancam ego itee.
* Intonasi dan gaya bagasa gendaknya menjadi hubungan iter – itee optimum
* Menghindari kata kata yang emosional dan tidak melanggar etika atau merusak situasi wawancara

Non verbal : bahasa yang tak terucapkan melalui lisan

* Body Language
* Eye Contact
* Ekspresi wajah

Taktik wawancara : taktik wawancara diperlukan agar wawancara berjalan mengalir sedemikian rupa sehingga iter mendapatkan informasi yang relevan dan dapat mempertahankan hubungan interpersonal yang optimum

Perencanaan awal : Menyusun topik dan subtopik

1. Perhatikan urutan pertanyaan :
* Logis dan natural
* Topik yang mengancam ego jangan dibicarakan pada awal
* Mulai dengan topik yang mudah diingat
* sesuaikan variasi urutan pertanyaan dengan keadaan itee
2. Memulai masing masing topik : gunakan lead-in question dan pivot – question serta berikan transisi
3. Siapkan pedoman wawancara

Lead in question adalah pertanyaan yang tidak secara langsung relevan dengan tujuan wawancara tetapi dapat berfungsi sebagai pengarah untuk membantu mempersiapkan itee memberikan informasiyang akurat dan valid

Pivot question : pertanyaan tambahan yang diberikan terhadap itee untuk mengetes asumsi iter sebelum beralih ke topik berikutnya

Transisi perlu dilakukan :

1. Untuk menunjukkan hubungan antara topik sebelumnya dengan topik baru, sehingga membantu itee memaksimalkan informasinya dalam rangkaian topikyang dibicarakan
2. Agar itee tidak bingung atau curiga tentang “tujuan sesungguhnya” dari wawancara yang dilakukan
3. Memberikan penekanan terhadap topik topik yang relevan sehingga itee tak melenceng dari konteks

Probing

* Elaborative segera dilakukan agar itee melanjutkan ceritanya ( lalu, terus ) atau itee mengatakan lebih lanjut tentang hal yang dibicarakan
* Klarifikasi segera, ada 2 tipe : iter meminta itee memberikan informasi yang lbih detail tentang sekuen kejadian. Iter meminta itee memberikan informasi lebih detail pada aspek aspek tertentu.
* Restropective elaboration : iter menunjukkan minatnya terhadap topik yang telah dikemukakan itee sebelumnya, untuk mengetahui respon itee.
* Restropective clarification : hampir sama dengan klarifikasi, bedanya kalau pada restropective clarification yang diklarifikasi topik yang telah dikemukakan itee sebelumnya.
* Mutation : iter memulai topik baru karena tidak bisa melakukan elaborasi atau klarifikasi terhadap jawaban itee sebelumnya.

Tipe tipe pertanyaan lainnya

* Follow up question : pertanyaan menggali / meminta itee menjawab lebih jauh atas sesuatu hal yang tengah dibicarakannya.
* Specifiying question : pertanyaan yang meminta jawaban khusus atau spesifik atas pertanyaan itee
* Structuring question : pertanyaan yang mengarahkan itee agar menjelaskan hal hal yang relevan dengan topik wawancara.
* Interpreting question : pertanyaan yang merupakan refleksi atau interpretasi kita atas penjelasan responden
* Motivating question : pertanyaan yang membangkitkan atu mendorong itee agar mau berbicara lebih banyak atau lebih lanjut.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s