Wawancara Psikologi Keluarga


BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Keluarga merupakan basis sosial pertama setiap orang. Karena kehidupan dalam keluarga sebagai barometer dasar setiap orang, maka dalam lingkup inilah perlu dibangun konsep dan perilaku yang mendasar pula. Dalam bahasa Al-Qur’an konsep dasar keluarga ini disebut dengan sakinah mawaddah wa rohmah.
Keluarga sakinah bermakna bahwa dalam merangkai bahtera kehidupan berumah tangga, baik dalam suka maupun duka senantiasa pada riil ketenangan hati, ketenteraman jiwa dan kejernihan nalar padhang. Ketika dalam suka, tidak berlebih-lebihan, dan ketika dalam duka tidak juga nelangsa yang berlebihan pula. Semua kehidupan dihadapi dan dijalani dengan ayat Tuhan, sakinah.
Hubungan yang harmonis adalah hubungan yang dilaksanakan dengan selaras, serasi, dan seimbang. Yaitu hubungan yang diwujudkan melalui jalinan pola sikap dan perilaku antara suami istri yang saling peduli, saling menghormati, saling menghargai, saling membantu, dan saling mengisi, di samping saling mencintai dan menyayangi. Dalam hubungan suami istri yang serba saling tersebut, mereka dapat bekerja sama sebagai mitra sejajar.
Keharmonisan akan tercipta dalam keluarga bila di antara anggotanya saling menyadari bahwa masing-masing mempunyai hak dan kewajiban., keharmonisan keluarga adalah adanya komunikasi aktif di antara mereka yaitu terdiri dari suami, istri, dan anak atau siapapun yang tinggal bersama.

1.2 Rumusan Masalah
1. Bagaimanakah penerapan psikologis dalam berkeluarga?
2. Apakah hal-hal yang mempengaruhi keharmonisan keluarga?

1.3 Manfaat Penelitian
Kegunaan penelitian ini mencakup dua aspek berikut :
1. Secara teoritis, sebagai usaha untuk mengetahui peran psikologis dalam membangun keluarga sakinah.
2. Secara praktis, agar penerapan konsep keluarga sakinah dapat diterapkan dengan cara yang tepat agar tercipta keluarga atau rumah tangga yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.

1.4 Metode Penilitian
Jenis penelitian merupakan payung penelitian yang dipakai sebagai dasar utama pelaksanaan riset. Oleh karena itu, penentuan jenis penelitian didasarkan pada pilihan yang tepat karena berpengaruh pada keseluruhan perjalanan riset.
Jenis penelitian yang saya ambil adalah Interview atau sering disebut juga wawancara mempunyai definis suatu proses komunikasi interaksional antara dua pihak. Cara pertukaran yang digunakan adalah cara verbal dan nonverbal dan mempunyai tujuan tertentu yang spesifik.

1.5 Sistematika Penulisan
Sistematika pembahasan merupakan rangkaian urutan dari beberapa uraian suatu sistem pembahasan dalam suatu karangan ilmiah. Dalam kaitannya dengan penulisan ini secara keseluruhan terdiri tiga bab, yang disusun secara sistematis sebagai berikut :
BAB I : Merupakan bab pendahuluan yang didalamnya memuat tentang latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, penelitian terdahulu, metode penelitian, serta sistematika pembahasan.
BAB II : Pembahasan, di dalamnya memuat pembahasan tentang rumusan masalah, konsep dan implementasi keluarga sakinah, pemaparan data wawancara dan penganalisisan data.
BAB III : Penutup, penulis akan mengakhiri seluruh penelitian ini dengan suatu kesimpulan dan tidak lupa untuk menyertakan saran.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Paparan Data
Untuk mendapatkan data tentang pengkajian tentang kondisi psikologis seseorang dalam keluarga, penulis telah membuat serangkaian pertanyaan untuk diajukan kepada narasumber dari keluarga bapak Rifa’I beserta istri, Maimunah, yang bertempat tinggal di Desa Rejoso, kecamatan Peterongan, kabupaten Jombang. Interview ini bersifat terpisah demi tujuan untuk memperoleh data yang natural. Daftar pertanyaan yang diajukan oleh penulis adalah sebagai berikut:

Untuk Suami
1. Sudah berapa lama anda menikah?
2. Bagaimanakah sikap istri anda dalam mendukung anda?
3. Dukungan apa yang anda berikan pada istri anda dalam mengatur rumah tangga?
4. Apakah mertua/orangtua mengambil peran dalam membina rumah tangga anda dan seberapa penting peran mereka?
5. Menurut anda, apakah persoalan yang paling berat dalam membina rumah tangga?
6. Apakah anda paham mengenai konsep keluarga sakinah?

Untuk Istri
1. Sudah berapa lama anda menikah?
2. Bagaimanakah sikap suami anda dalam menjadi kepala keluarga?
3. Dukungan apa yang anda berikan terhadap suami anda?
4. Apakah mertua/orangtua mengambil peran dalam membina rumah tangga anda dan seberapa penting peran mereka?
5. Menurut anda, apakah persoalan yang paling berat dalam membina rumah tangga?
6. Apakah anda paham mengenai konsep keluarga sakinah?

Kemudian data hasil interview adalah sebagai berikut :

A. Pihak Suami:

a. Data diri

Nama : M. Rifa’i
Jenis Kelamin : Laki laki
Umur : 29 tahun
Pekerjaan : Wiraswasta
Pendidikan Terakhir : MAN Darul Ulum Jombang
Alamat : Desa Rejoso Peterongan Jombang

b. Hasil interview

1. Sudah, tiga tahun menikah.
2. Dia adalah seorang yang sabar dan sangat pengertian, selalu bias menjaga kesetabilan rumah tangga walaupun kami belum mempunyai anak. Dukungan moriil dan senyum selalu dia berikan meskipun dalam keadaan yang sulit.
3. Saya selalu berusaha memenuhi apa yang dia minta, meskipun terkadang hal tersebut sedikit menyulitkan.
4. Tentu orang tua kami sedikit banyak memberikan peran mesikipun peran yang pasif. Dalam hal ini pengalaman dan dukungan orang tua menjadi peran yang besar bagi kami dalam membina keluarga.
5. Menjaga kesetabilan keluarga di masa-masa sulit, terkadang emosi-emosi yang tidak perlu sering mengganggu keharmonisan keluarga.
6. Yang saya yakini, pengertian dan tanggaung jawab adalah kunci dari keluarga sakinah. Bagaimana suami dan istri itu dapat salaing mendukung dalam situasi apapun.

B. Pihak Istri

a. Data diri
Nama : Siti Maimunah
Jenis Kelamin : Perempuan
Umur : 25 tahun
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
Pendidikan Terakhir : SMA 1 Negeri Jombang
Alamat : Desa Rejoso Peterongan Jombang

b. hasil interview
1. Tiga tahun
2. Tanggung jawab terhadap keluarga, bias menerima perbedaan dan selalu berusa mengambil keputusan yang bijaksana.
3. Kepercayaan, perhatian dan doa
4. Tidak, orang tua kami hanya mendukung semua keputusan kami dan tidak pernah ikut campur dalam masalah internal bila tidak kami minta, terkadang hanya memberikan saran.
5. Menyatukan pendapat, kadang dalam berumah tangga kami sering terjadi konflik karena berbeda pendapat dan masih ada sifat egois.
6. Keluarga sakinah adalah keluarga yang dimana anggota keluarganya mengetahui tugas dan tanggungjawabnya, dimana saling mengisi dan saling mendukung baik dalam hal dunia maupun akhirat.

2.2 Analisis Data
Tidak ada suatu instansi dalam kehidupan ini yang fungsinya melebihi fungsi keluarga dan rumah tangga. Keluarga dan rumah tangga adalah pusat segala-galanya dari setiap orang, baik untuk pendidikan pembinaan watak dan kepribadian, moral dan akhlaq serta rasa sosial , cinta dan kasih sayang.
Dengan demikian jelaslah betapa berat dan suci beban yang akan dipikul dan diemban oleh pasangan suami/istri dan jelaslah pula untuk jenjang perkawinan dan mendirikan rumah tangga bahagia diperlukan persiapan yang matang fisik dan psikis, diperlukan rencana hari depan yang disepakati bersama, diperlukan penilaian kepada apa yang harus diperbaiki dan disempurnakan termasuk rumah yang akan ditempati dan sumber atau pencaharian untuk biaya hidup. Begitupun tujuan perkawinan dan hakekat keluarga harus jelas dan dihayati. Tujuan harus disepakati, harus ada keharmonisan bersama dalam cita-cita hari depan.
Dalam hal ini, kemapuan atau skill suatu individu benar-benar diuji, kemampuan suami sebagai kepala keluarga harus pula selalu mendapat sorotan. Sebagai pemimpin suami harus mempunyai pandangan yang luas, mampu menilai dan melihat titik kelemahan atau sumber kesalahpahaman serta mencari jalan mengatasinya.
Khusus untuk suami sebagai kepala keluarga yang memegang pimpinan tertinggi (Top Manager) dalam rumah tangganya diperlukan persyaratan melebihi manajer biasa. Begitupun sang isteri sebagai ibu rumah tangga harus menguasai berbagai ilmu pengetahuan terutama biologi,fisiologi, psikologi dan lain-lain yang sangat berguna dalam mendampingi suami mengemban tugas kekeluargaan. Pada waktu ini pengetahuan tentang seks, tentang keluarga berencana (termasuk jumlah anak) tidak pelak lagi harus pula dikuasai.
Dan jangan lupa bahwa untuk menjadi kepala keluarga atai ibu rumah tangga yang baik dengan ilmu pengetahuan yang memadai diperlukan persiapan dan latihan yang terarah sehingga mereka dapat menjadi ibu dan ayah yang baik, menjadi tumpuan dan harapan bagi anak-anak dan keturunannya di belakang hari. Untuk ini semua perlu “manajemen keluarga dan rumah tangga”.
Walaupun ayah menjadi kepala keluarga namun yang bergulat mengatasi bermacam-macam kesulitan memegang dan mengelola kestabilan rumah tangga adalah ibu. Predikat “ibu rumah tangga” yang dinugrahkan kepada seorang isteri sungguh tepat yang dalam Islam disebut “Baai’yah atau Mudirah” dan merupakan jalan yang lurus menuju kebahagiaan. Islam menetapkan isteri sebagai pemimpin rumah tangga sebagai mana hadist Rasulullah SAW, yang artinya “Wanita menjadi pemimpin rumah tangga yang dibuatkan suaminya” dan sebuah makalah yang berarti “rumah tangga sebagai suatu kerajaan, Maha Ratu dan Pemimpinnya adalah wanita”.
Bagi seorang ibu yang betul-betul menghayati tugas rumah tangganya akan dapat merasakan betapa berat tugas-tugas kerumahtanggaan tersebut baik fisik maupun mental. Terutama bagi ibu-ibu muda yang berkarya atau disebut wanita karier, sesungguhnya beban di rumah tangga terasa amat melelahkan dan menyita pikiran, tetapi disanalah terdapat banyak keindahan dan kenyamanan. Disamping itu keluarga mempunyai beberapa fungsi, yaitu:
1. Fungsi Biologis
a. Bertujuan agar memperoleh keturunan dan
b. dapat memelihara kehormatan, martabatnya
c. sebagai makhluk yg beradab.
2. Fungsi Edukatif
a. Merupakan tempat pendidikan bagi semua anggota keluarga sebagai pemenuhan hak-hak dasar dalam pengembangan potensi diri.
3. Fungsi Religius
a. Keluarga merupakan tempat penanaman nilai moral agama melalui pemahaman, penyadaran, dan praktik dalam kehidupan
4. Fungsi Protektif
a. Keluarga menjadi tempat yg aman dari gangguan internal maupun eksternal keluarga
5. Fungsi sosialisasi
a. Merupakan tempat untuk mempersiapkan anak menjadi anggota masyarakat yg baik, memegang norma kehidupan, melakukan interrelasi dengan masyarakat yg pluralistik lintas suku bangsa, ras, etnis, agama, kelas sosial, budaya maupun jenis kelamin berbeda.
6. Fungsi Rekreatif
a. Menciptakan kondisi keluarga saling mencurahkan perasaan, saling menghargai, menghormati, tolong menolong, demokratis, rasa damai, aman, dan menyenagkan. (rumahku adalah surgaku)
7. Fungsi Ekonomis
a. Merupakan tempat memanaj ekonomi dengan baik dan sehat, di mana keluarga memiliki aktifitas mencari nafkah, pembinaan usaha, perencanaan anggaran, pengelolaan dan bagaimana mempertanggungjawabkan kekayaan secara sosial dan moral

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Keluarga sakinah yaitu keluaraga yang tentram, dalam artian pasangan yang secara konsepsional dapat melahirkan harmoni dengan mengiluti panduan Islam. Keluarga sakinah biasanya setia, anak-anak berbakti, tenang, terhormat dan lain sebagainya
Dalam pembentukanya, selain harus ada dukungan secara nyata atau riil, dukungan dalam bentuk motivasi dan pemikiran ternyata juga banyak mempengaruhi pasangan suami istri. Di sini, orang tua mendapatkan peran untuk membagai pengalaman-pengalaman dalam rumah tangga.
Hal-hal lain yang mempengaruhi pembentukan keluarga sakinah adalah emosional individu, fisik dan ekonomi.

3.2 Saran-saran
• Pemahamn tentang pentingnya keluarga sakinah harus dapat dicerna masyrakat secara luas.
• Pembelajaran tentang keluarga sakinah tidak hanya diperuntukkan bagi pasangan suami istri, tetapi juga kepada para remaja sebagai calon suami dan calon istri.
• Adanya sorotan untuk menanamkan pentingnya sebuah keluarga kepada calon mempelai, agar mereka tidak rapuh dan hancur dalam menjalani rumah tangga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s